KARYA TULIS
GANJA
Diajukan sebagai Syarat Mengikuti Ujian Akhir Sekolah
Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap
Tahun Pelajaran 2015/2016
Di Susun Oleh :
Nama : REKSA RAPI AJI
Kelas : IX – B
NISN : 0013954568
SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 DENTE TELADAS
KECAMATAN
DENTE TELADAS
KABUPATEN
TULANG BAWANG
TP.
2015/2016
MOTTO
Karena manusia cinta
akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya
walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya.
Bersikaplah kukuh
seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja
tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu.
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya tulis ini penulis sampaikan untuk:
- Ayah,
Ibu, Kakak dan Adik tercinta yang telah memberi motifasi
- Dra.
Nelly Fauziah selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
- Bapak,
Ibu guru dan staf Tata Usaha SMP Negeri 1 Dente Teladas
- Teman-teman
terbaikku
- Pembaca
yang budiman
HALAMAN PENGESAHAN
Karya Tulis
GANJA
Diajukan sebagai
Syarat mengikuti Ujian Akhir Semester Genap pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia
Tahun pelajran 2015/2016
Penyusun :
Nama : REKSA RAPI AJI
Kelas : IX B
NISN : 0013954568
Menyetujui
Pembimbing/ Wali
Kelas
Guru MP Bahasa Indonesia
Dra. NELLY
FAUZIAH SUTINI,S.Pd
NIP.
196408041997022001 NIP.
196706061997022001
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberi rahmat, hidayah, serta
karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang
berjudul “GANJA” tepat pada waktunya.
Karya tulis ini ditulis
sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah pada mata pelajaran
Bahasa Indonesia tahun ajaran 2015/2016. Tidak lupa ucapan terima kasih penulis
hanturkan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan karya
tulis ini, juga kepada Guru pembimbing yang telah membimbing penulis selama
ini.
Penulis menyadari bahwa
karya tulis ini masih belum sempurna dan banyak kekurangan. Oleh karena itu
penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah
ini. Terima kasih.
Dente
Teladas, Maret 2016
Penulis
REKSA RAPI
AJI
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL .............................................................................................................. i
MOTTO ................................................................................................................................... ii
HALAMAN
PERSEMBAHAN ............................................................................................ iii
HALAMAN
PENGESAHAN ............................................................................................... iv
KATA
PENGANTAR ............................................................................................................ v
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... vi
BAB I
PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
1.1.Latar
Belakang ............................................................................................................ 1
1.2.Rumusan
Masalah........................................................................................................ 1
1.3.Tujuan........................................................................................................................... 1
1.4.Manfaat Penulisan........................................................................................................ 2
BAB II
PEMBAHASAN..................................................................................................................... 3
2.1.Definisi
Ganja.............................................................................................................. 3
2.2.Senyawa
Dalam Ganja................................................................................................. 4
2.2.1. Cannabidiol (CBD)........................................................................................ .. 4
2.2.2. Cannabinol (CBN)......................................................................................... .. 4
2.2.3. Cannabichromene............................................................................................. 5
2.2.4. Canabigerol...................................................................................................... 5
2.2.5. Tetrahydrocannabivarin.................................................................................... 5
2.3.Efek dari
Penggunaan Ganja........................................................................................ 6
2.3.1.
Efek ganja pada dosis rendah.......................................................................... 6
2.3.2.
Efek ganja pada dosis besar............................................................................. 6
2.3.3.
Efek jangka panjang......................................................................................... 6
2.4. Dampak
Sosial dari Ketergantungan terhadap Ganja.................................................. 7
2.4.1.
Dampak sosial.................................................................................................. 7
a.
Ganguan belajar.......................................................................................... 7
b.
Gangguan motivasi..................................................................................... 8
c.
Gangguan perilaku sosial............................................................................ 8
BAB 3
PENUTUP............................................................................................................................... 9
3.1.Kesimpulan.................................................................................................................. 9
3.2.Saran............................................................................................................................ 9
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Istilah narkotika
berasal dari kata “narkose” yang artinya membius, amun demikian narkotika bukan
obat bius. Dalam klinik narkotika digunakan untuk analgetik dan antitutif
(penekan batuk). Narkotika yang sering disalah gunakan adala opium, heroin,
ganja, dan kokain.
Narkotika adalah zat
atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun
semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan
sebagaimana terlampir dalam undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan
dengan Keputusan Menteri Kesehatan.
Narkotika dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, menghilangkan
nyeri, an dapat menyebabkan ketergantungan. Zat-zat yang menggolong narkotika
diatur dalam undang-undang no. 22 tahun 1997. Pengaturan ini diperlukan karena
narkotika sering disalahgunakan dan untuk melindungi masyarakat dari dampak
buruk penggunaan narkotika yang tidak terkontrol.
1.2.RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan ganja
2. Apa saja senyawa yang terkandung dalam ganja
3. Apa efek dari penggunaan ganja
4. Dan apa dampak social dari penggunaan ganja
1.3.TUJUAN
1. Siswa mampu mendefinisikan tentang ganja
2. Siswa mampu menjelaskan senyawa yang terkandung dalam ganja
3. Siswa mengetahui mengenai efek dan dampak social penggunaan ganja.
1.4.MANFAAT PENULISAN
Dalam penulisan karya
tulis ini dapat bermanfaat sebagai berikut :
1. Sebagai sarana belajar dalam penyusunan karya tulis
2. Menambah pengetahuan tentang Ganja
3. Mengetahui dampak dari penggunaan ganja
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.DEFINISI GANJA
Ganja atau kanabis berasal dari tanaman cannabis sativa. Nama lainnya adalah
charas, grass, dope, pot, weed, mull, bhang, dan hashish. Ganja telah digunakan
berates-ratus tahun untuk kepentingan ritual. Efek psikoaktif ganja karena
mengandung tetrahidrokanabinol atau THC.THC termasuk depresan SSP yang
mempunyai efek halusinogenik. ada 3 bentuk kanabis yang disalahgunakan, yaitu
mariuana daun atau bunga yang dikeringkan, harshish (resin THC) dan minyak
harsish.
Sedemikian berbahayanya
unsur THC dalam ganja itu, sehingga untuk orang yang baru pertama kali
menyalahgunakan ganja saja, akan segera mengalami intoksikasi (keracunan) ganja
yang secara fisik yaitu : jantung berdebar (denyut jantung menjadi bertambah
cepat 50% dari sebelumnya), bola mata memerah (disebabkan pelebaran pembuluh
darah kapiler pada bola mata), mulut kering (karena kandungan THC mengganggu
sistem syaraf otonom yang mengendalikan kelenjar air liur), nafsu makan
bertambah (karena kandungan THC merangsang pusat nafsu makan di otak), dan
tertidur (setelah bangun dari tidur, dampak fisik akan hilang).
Tumbuhan ganja telah
dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena
serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena
ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai
ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan dibanyak tempat
disalahgunakan.Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di
beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan
pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung
bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Sebelum ada
larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen
sayur dan umum disajikan.
2.2.SENYAWA DALAM GANJA
Terdapat lebih dari 400 senyawa cannabinoids yang terdapat pada sebuah
pohon ganja. Beberapa diantara senyawa tidak beracun tersebut terbukti mampu
mengobati kanker, mengurangi kecenderungan psikotik pasien schizophrenia dan
mengobati berbagai penyakit kronis lainnya.
Senyawa-senyawa berkhasiat medis tersebut diantaranya seperti cannabidiol
(CBD), cannabinol (CBN), cannabichromene (CBC), cannabigerol (CBG) dan
tetrahydrocannabivarin (THCV).
2.2.1. Cannabidiol(CBD)
Setelah THC, CBD
merupakan cannabinoids yang paling banyak ditelaah olehilmuwan. Ditemukan
pertama kali tahun 1940, mayoritas ilmuwan mengatakan bahwa CBD mungkin saja
menjadi satu-satunya cannabinoid yang paling penting. Bahkan para ilmuwan
menganggab CBD sebagai senyawa medis terbaik yang dimiliki pohon ganja.
Hasil studi Antonio Zuardi yang diterbitkan The Brazilian Journal of
Psychiatry tahun 2008 menemukan berbagai potensi medis dari cannabidiol untuk
mengobati parkinson, alzheimer, serebral iskemia, diabetes, rheumatoid
arthritis, inflamasi, mual dan kanker.
Tahun 2009, ilmuwan dari Israel dan Itali mengembangkan temuan tersebut dan
menemukan bahwa CBD memiliki sifat anxiolytic (anti-cemas), anti-psikotik,
anti-epilepsi, neuroproteksi, vasorelaxant (memperbesar pembuluh darah),
antispasmodic (meringankan keram otot), anti-ischemic (memperlancar suplai
darah), anti-kanker, antiemetic (menghilangkan mual dan muntah), anti-bakteri,
anti-diabetes, anti-inflammatory (anti peradangan/pembengkakan), dan merangsang
pertumbuhan tulang.
Martin Lee, pendiri dan direktur Project CBD, menjuluki cannabidiol sebagai
"The Cinderella Molecule"; Senyawa mungil yang tidak beracun,
non-psikoaktif dan multiguna.
2.2.2. Cannabinol (CBN)
Cannabinol adalah produk turunan dari THC. Pertama ditemukan ilmuwan pada
tahun 1896. Senyawa cannabinol ditemukan dapat membantu proses tidur,
mengurangi rasa sakit maupun keram, memperlambat gejala ALS (Penyakit Lou
Gehrig), meningkatkan nafsu makan, dan menghentikan penyebaran residu obat-obat
tertentu.
2.2.3. Cannabichromene (CBC)
CBC pertama kali ditemukan tahun 1966. Secara khusus banyak ditemukan pada
tanaman ganja yang baru panen. Namun, penelitian terhadapnya belum dilakukan
sebanyak CBD ataupun CBN.
Sebuah ringkasan jurnal-jurnal di tahun 2009 menemukan fungsi CBC sebagai
anti-inflammatory (anti peradangan/pembengkakan), anti-mikroba, analgesik,
anti-kanker, dan merangsang pertumbuhan tulang.
Penelitian terbaru di tahun 2011 menemukan bahwa CBC dapat mempengaruhi
ujung syaraf otonom dalam memodifikasi rasa sakit.
2.2.4. Cannabigerol
Sama seperti CBC, CBG
juga kurang mendapat perhatian serius dari para ilmuwan. Terlihat dari
sedikitnya jurnal yang mengemukakan efek medis senyawa tersebut. CBG pertama
kali ditemukan pada tahun 1964.
Berdasarkan hasil temuan dalam The British Journal of Pharmacology tahun
2011, ekstraksi CBG-chemotype dapat dijadikan agen antiseptik yang sempurna dan
aman untuk membunuh bakteri.
Studi terbaru kemudian menemukan bahwa senyawa non-psikoaktif tersebut
mampu mengobati berbagai gangguan sistem syaraf otonom, termasuk epilepsi.
2.2.5. Tetrahydrocannabivarin
Ditemukan tahun 1970, THCV merupakan senyawa khas yang dapat ditemui pada
hashish Pakistan dan cannabis yang berasal dari selatan afrika.
Berdasarkan dosisnya, THCV dapat menjadi agen antagonis bagi THC (dosis
rendah THCV dapat menurunkan nafsu makan) atau malah sebaliknya (dosis tinggi
THCV bermanfaat untuk proses pembentukan tulang).
Tidak seperti CBD, CBN, CBC, dan CBG, dosis tinggi THCV mampu membuat Anda
mengalami fenomena "melayang" (lebih rendah dari THC).
2.3.EFEK DARI PENGGUNAAN GANJA
2.3.1. Efek ganja pada dosis rendah
Efek timbul setelah 2-3 jam setelah
merokok ganja, yaitu berupa:
-
Rilex, tenang, kalm, dan bahkan tertawa sendiri.
-
Pada awal pemakaian merangsang nafsu makan (the munchies effect)
-
Daya ingat berkurang atau hilang.
-
Mata merah, dan tekanan darah turun.
2.3.2. Efek ganja pada dosis besar
Dosis besar akan menimbulkan efek seperti diatas tetapi dengan intensitas
yang lebih tinggi dan masih disertai efek lain seperti dingin, kelelahan,
euphoria, halusinasi, gelisah, panic, dan paranoid.
2.3.3. Efek jangka panjang
Dari berbagai penelitian, efek jangka panjang
pemakaian ganja berupa:
a. gangguan saluran pernapasan
pemakaian kanabisumumnya dirokok atau dihisap. Kanabis mengandung tar lebih
banyak dibandingkan tembakau, maka perokok ganja akan lebih besar
kemungkinannya terserang brongkhitis.
b. Hilang motivasi
Pengguna ganja akan mengalami lemah fisik, halusinasi sehingga prestasi
kerja atau belajar sangat menurun.
c. Fungsi otak menurun
Kanabis dapat menghilangkan kemampuan mengingat, konsentrasi, dan dampaknya
baru kembali setelahbeberapa bulan berhenti menggunakan.
d. Gangguan hormone
Terjadi gangguan hormone reproduksi baik pada wanita atau laki-lakiyang
dapat berakibat gairah seks menurun, menstruasi tidak teratur dan jumlah sperma
menurun.
e. Gangguan system saraf
Telah banyak ditemukan pengguna jangka panjang kanabis dapat mengalami
psikosis (gangguan jiwa) yang ditandai dengan halusinasi, delusi, dan paranoid.
2.4.DAMPAK SOSIAL DARI KETERGANTUNGAN TERHADAP GANJA
Kecanduan ganja dapat menyebabkan berbagai efek samping pada setiap
pengguna baik yang menggunakannya secara kasual ataupun pengguna jangka
panjang. Beberapa gejala dari gangguan-gangguan ini meliputi hal-hal seperti
gangguan tidur, gangguan mengingat, gangguan koordinasi motorik, kesulitan
dalam memahami pembicaraan atau memahami situasi dan peristiwa, halusinasi,
pikiran atau perasaan yang cenderung paranoid, serta serangan panik. Sementara
beberapa dari masalah ini mungkin tidak terlihat serius (serta tidak
menimbulkan kematian), namun semua hal itu dapat menyebabkan masalah jangka
panjang dan akan membuat gangguan pada kondisi dan situasi sosial.
2.4.1. Dampak
Sosial
a.
Gangguan Belajar
Menurut sebuah studi
yang baru-baru ini dilakukan terhadap sekelompok mahasiswa, Penggunaan ganja
dapat mengganggu proses belajar, berpikir kritis dan fungsi kognitif terkait
lainnya selama 24 jam setelah dosis terakhir diambil. Studi tersebut dilakukan
dengan cara mengamati siswa sebelum, selama dan setelah mereka menggunakan
ganja. Hasil yang ditemukan bahwa setelah mengkonsumsi ganja siswa jauh lebih
mungkin menderita masalah memori, kesulitan berkonsentrasi dan penurunan dalam
pemahaman dan keterampilan kognitif. Efek ini mungkin jauh lebih parah pada
pengguna jangka panjang dikarenakan adanya perubahan yang terjadi pada
otak ketika mengkonsumsi ganja dalam jangka waktu yang lama.
b.
Gangguan Motivasi
Salah satu efek utama
yang disebabkan karena ganja adalah kurangnya motivasi. Ganja dapat menyebabkan
penggunanya untuk menjadi mudah terganggu/distracted, dan meskipun mereka dapat
membuat rencana yang sangat kreatif, mereka bisa dengan mudah melupakannya atau
tidak cukup termotivasi untuk melakukannya. Secara fisik memang tidak ada yang
salah, tetapi secara mental adanya gangguan motivasi pada pengguna. Pecandu
kemudian dapat mengalami apa yang dikenal sebagai Sindrom Motivasi, di mana
mereka kehilangan motivasi tentang semua aspek dalam kehidupan mereka, seperti
sekolah, kerja, keluarga dan berkurangnya tanggung jawab.
c.
Gangguan Perilaku Sosial
Secara sosial, dampak
sosial nomor 2 yaitu kurangnya motivasi dapat menyebabkan beberapa masalah yang
cukup serius. Bagi yang sudah bekerja, gangguan motivasi akan dapat menyebabkan
penurunan performa dalam kinerja, masalah disiplin atau mungkin dapat berakhir
dengan terminasi. Bagi yang bersekolah/pelajar, kurangnya motivasi dapat
menyebabkan masalah dalam proses belajar dan performa secara umum. Persahabatan
juga dapat terancam, karena kurangnya motivasi untuk bersahabat dengan orang
lain selain orang-orang yang menghisap ganja. Dampak sosial lainnya, sebagai
seorang pengguna ganja akan menyebabkan orang lain cenderung memiliki konotasi
negatif yang terkait dengan Anda sehingga akan menyebabkan lost of opportunity.
BAB III
PENUTUP
3.1.KESIMPULAN
Ganja atau kanabis berasal dari tanaman cannabis sativa. Nama lainnya adalah
charas, grass, dope, pot, weed, mull, bhang, dan hashish.Efek psikoaktif ganja
karena mengandung tetrahidrokanabino latau THC.THC termasuk depresan SSP yang mempunyai
efek halusinogenik.ada 3 bentuk kanabis yang disalahgunakan, yaitu mariuana
(daun atau bunga yang dikeringkan, harshish (resin THC) dan minyak harsish.
Senyawa-senyawa yang terdapat didalam ganja yang berkhasiat medis diantaranya seperti cannabidiol (CBD),
cannabinol (CBN), cannabichromene (CBC), cannabigerol (CBG) dan
tetrahydrocannabivarin (THCV).
Adapun efek dari penggunaan ganja diantaranya:
1. Efek ganja pada dosis rendah.
2. Efek ganja pada dosis besar
3. Efek jangka panjang
Dampak social dari ketergantungan terhadap ganja
diantaranya: Gangguan Belajar, Gangguan Motivasi, Gangguan Perilaku Sosial.
3.2.SARAN
Adapun saran yang dapat kami sampaikan dalam makalah ini adalah, narkotika
merupakan senyawa yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebih,
namun dalam narkotika, dapat digunakan dalam dunia pengobatan dan sebagai bahan
penelitian, namun dilihat dari kegunaan dan penggolongannya.
Adapun cara mengatasi agar keluarga kita
terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkotika adalah :
1. Tidak mudah terpengaruh pada orang asing
2. Orang tua diharapkan dapat mendidik anak-anaknya tentang bahaya NARKOBA
3. Menghindari Pergaulan Bebas
DAFTAR PUSTAKA
Priyanto.2010.Toksikologi.Leskonfi
(Lembaga Studi Dan Konsultasi Farmakologi). Jabar
Rifqi – Com