Minggu, 01 November 2015

CONTOH SURAT KETERANGAN GARAPAN







Pemda  TL-Bawang.BMPDATA MASYARAKAT PENGGARAP LAHAN UMBUL GRANDONG
SUNGAI NIBUNG KECAMATAN DENTE TELADAS
TULANG BAWANG








 
SURAT KETERANGAN GARAPAN
Nomor :      /...../SN/DT/TB/2015

Yang bertanda tangan dibawah ini, pengurus Umbul Grandong ............................. Kampung Sungai Nibung menrangkan dengan benar bahwa :
No. KTP                       : ...............................................................
Nama                           : ...............................................................
Umur                            : ...............................................................
Agama                          : ...............................................................
Pekerjaan                     : ...............................................................
Alamat                          : ...............................................................
                                      Kabupaten Tulang Bawang
Hasil Pemeriksaan/Penelitian, bahwa nama tersebut di atas benar memiliki lokasi garapan Pesawahan/Peladangan seluas ..................... m2 dengan ukuran ............ X ........... m dengan batas – batas sebagai berikut :
Uatara                          : berbatasan dengan ..................................................
Selatan             : berbatasan dengan ..................................................
Timur                           : berbatasan dengan ..................................................
Barat                            : berbatasan dengan ..................................................
Surat keterangan ini dibuat merujuk : UUD 1945 Pasal 18 B Ayat (2); UU No.41 Tahun 1999 Pasal 4, Pasal 43 dan Pasal 67; UUPA No.5 Tahun 1960 Pasal 5; UU No. 6 Tahun 2014 Pasal 96, Pasal 97, Pasal 103, dan Pasal 106; Putusan MK No.35/PUU-X/2012; Peraturan Menteri Agraria/Kepala BPN No.5 Tahun 1999; Peraturan Menteri Kehutanan RI No.P.52/Menhut-11/2011;Permendagri No.52 Tahun 2014; peraturan Bersama (Mendagri, Menhut, Menteri PU, Kepala BPN) RI; Keputusan Gubernur Lampung No.G.362/B.II/HK/1996; Pelatoeran Sepandjang Hadat Lampug Tahun 1910; Peta Marga Indeeling, Residentie Lampongsche Districten, 1930 dan Surat Keterangan yang ada, sebagai bukti lokasi garapan dalam wilayah Reg. 47 Sungai Nibung, Tulang Bawang.
Demikian Surat Keterangan Garapan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dibuat di          : Sungai Nibung
Pada Tanggal   : ...............................2015
Yang Menerima,                                               Yang Memberi keterangan Garapan
                                                                                      Kuasa Masyarakat Sungai Nibung





          (................................)                                                   (................................)

Catatan :                                                                                                      Mengetahui,
1.      Harap Surat Keterangan Garapan ini jangan hilang;                  Kepala Kampung Sungai Nibung
2.      Lahan Garapan tidak dapat dialihkan pada pihak lain;




                                                                                                                                                                                                                                                                           (................................)

Senin, 12 Oktober 2015

PENGERTIAN DAN FUNGSI MANJEMEN

PENGERTIAN DAN FUNGSI MANAJEMEN

Pengertian MANAJEMEN, disini saya ambil pengertian dari Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien.Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
1). Perencanaan (Planning),
2). Pengorganisasian (Organizing),
3). Pengarahan (Actuating/Directing),
4). Pengawasan (Controlling)Fungsi PerencanaanDalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan  suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan :- Menetapkan tujuan dan target bisnis- Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut- Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan- Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.Fungsi PengorganisasianProses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian :- Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan- Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab- Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja- Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepatFungsi Pengarahan dan ImplementasiProses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi :-  Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja    secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-  Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan-  Menjelaskan kebijakan yang ditetapkanFungsi Pengawasan dan PengendalianProses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian :- Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan-  Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan-  Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Senin, 21 September 2015

Pesawat Sukhoi SU - 35

Aksi Memukau Pesawat SU-30 Sukhoi di Sail Tomini 2015

Sebuah pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis SU-30 Sukhoi melintas rendah di atas sisi kiri podium dengan ketinggian sekitar 400 feet, yang membuat hadirin dan penonton kaget terpana oleh gemuruh yang ditinggalkannya.

Pesawat SU-30 Sukhoi dengan pilot Flanker III Letkol Pnb Tamboto bermanuver hi speed pass tersebut merupakan bagian demo udara pada acara puncak Sail Tomini 2015 yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Pantai Kayu Bura, Parigi Moutong, Sabtu (19/9). 

Sebelumnya diawali dengan flypass  aksi dua SU-30 Sukhoi yang diterbangkan Flanker I Mayor Pnb Rianto dan Flanker II Mayor Pnb Baskoro dan dilanjutkan dengan manuver cross over break.
Demo udara juga menampilkan demo penerjunan satu tim Marinir dengan rubber drag dan satu tim prajurit Taibi yang mendarat diatas KRI Surabaya, yang diterjunkan dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules A-1321 Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma.

Dilakukan juga penerjunan free fall gabungan Paskhasau dengan Marinir mendarat di plasa dengan podium utama, diantara penerjun ada yang menggunakan pakaian adat yang ada di Sulawesi Tengah antara lain baju adat Parigi Moutong, baju adat Poso, baju adat Tojo Una Una dan baju adat Banggai.

Diantara para peterjun, dua peterjun Paskhasau membawa bendera berlambang Mabes TNI dan bendera berlogo Provinsi Sulawesi Tengah, serta dua peterjun dari Marinir  membawa bendera Merah Putih dan bendera berlogo Sail Tomini 2015.

Flypass juga dilakukan oleh delapan Paramotor, diantaranya enam pilot paramotor adalah  para prajurit TNI AU dan dua orang pilot paramotor dari Federasi Aero Sport Indonesia (Fasi) adalah Umar Asgap yang merupakan Anggota DPRD Donggala dan Fadli Daeng Salasa merupakan putra daerah dari FASI Daerah (Fasida) Sulteng.

Acara tersebut dihadiri pula pejabat-pejabat TNI AU antara lain Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, Asops Kasau Marsda TNI Barhim, Pangkoopsau II Marsda TNI Dody Trisunu, Kadispotdirga Marsma TNI Nilhandri. Dan sebagai koordinator demo udara Sesdisbangops Kolonel Pnb Irawan.

Ayo TINI

akin Kuat! TNI AL Segera Datangkan Helikopter Canggih Antikapal Selam, Ini Kehebatannya

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memang berjanji akan memperkuat matra laut (TNI-AL) dan udara (TNI-AU). 

Hal itu akan dibuktikan dengan mendatangkan sebelas helikopter antikapal selam (AKS) jenis Panther. Helikopter buatan Prancis itu akan lengkap menambah kekuatan TNI-AL pada 2017.
 
”Pada 2016 sudah mulai tiba, hingga lengkap sebelas di tahun 2017,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AL (Kadispenal) Laksma Muhammad Zainudin saat dihubungi kemarin (19/9). 
Menurut Zainudin, pembelian helikopter Panther merupakan salah satu rangkaian membangkitkan kembali Skuadron 100, pasukan helikopter AKS TNI-AL yang disegani di era 1960-an. Helikopter canggih akan melengkapi kedatangan armada tiga kapal selam kelas Chang Bogo. 
Saat ini tiga kapal selam itu tengah diproduksi di Korea Selatan dan dijadwalkan selesai pada 2017. TNI-AL juga berencana memesan kapal selam kelas kilo buatan Rusia dalam waktu dekat.

karya tulis tentang pesona pulau bali



KARYA TULIS

OBJEK WISATA PULAU BALI
Diajukan sebagai Syarat Mengikuti Ujian Akhir Sekolah
Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap
Tahun Pelajaran 2015/2016



 






Di Susun Oleh :
Nama  : ROYAN FIRDAUS
Kelas   : IX – C
NIS     :




SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 DENTE TELADAS
KECAMATAN DENTE TELADAS
KABUPATEN TULANG BAWANG
TP. 2015/2016
MOTTO


Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai." (Schopenhauer)

 "Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh." (Andrew Jackson)

 "Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik." (Evelyn Underhill)


















HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya tulis ini penulis sampaikan untuk:
  1. Ayah, Ibu, Kakak dan Adik tercinta yang telah memberi motifasi
  2. Dra. Nelly Fauziah selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
  3. Bapak, Ibu guru dan staf Tata Usaha SMP Negeri 1 Dente Teladas
  4. Teman-teman terbaikku
  5. Pembaca yang budiman         






















HALAMAN PENGESAHAN

Karya Tulis
OBJEK WISATA PULAU BALI

Diajukan sebagai
Syarat mengikuti Ujian Akhir Semester Genap pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
Tahun pelajran 2015/2016


Penyusun :
Nama   : ROYAN FIRDAUS
Kelas   : IX C
NISN 


Menyetujui
Pembimbing/                                                                           Wali Kelas
Guru MP Bahasa Indonesia




  Dra. NELLY FAUZIAH                                                             Drs. BINUKO
NIP. 196408041997022001                                                   NIP. 196702081999031001





KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat serta hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Objek Wisata Pulau  Bali” ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Keterbatasan waktu dalam penyusunan karya tulis ini membantu kita mencari solusi bagaimana cara meningkatkan sikap kedisiplinan pada siswa serta menanamkan rasa tanggungjawab.
Kami sadar bahwa tanpa bantuan dari segenap pihak, karya tulis ini tidak akan dapat terwujud. Oleh karena itu , melalui media ini kami sampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini.
Penulis menyadari dalam penulisan karya tulis  ini masih banyak kekurangan, karena itu penulis mohon kritik dan saran dari pembaca demi sempurnanya penyusunan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.

Dente Teladas,  September 2015
Penulis



ROYAN FIRDAUS










DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................................. i
MOTTO ................................................................................................................................... ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ v
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... vi
BAB 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
1.1.Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2.Rumusan Masalah........................................................................................................ 1
1.3.Tujuan Penulisan.......................................................................................................... 1
1.4.Teknik Pengumpulan Data........................................................................................... 1
1.5.Sistematika Penulisan................................................................................................... 2
BAB 2
PEMBAHASAN................................................................................................................... .. 4
2.1.Objek Wisata Pulau Bali.............................................................................................. 3
2.2.Pengertian Pergaulan.................................................................................................... 3
2.3.Pengertian Remaja........................................................................................................ 4
BAB 3
METODEOLOGI PENELITIAN........................................................................................... 5
3.1.Jenis Penelitian............................................................................................................. 5
3.2.Objek Penelitian........................................................................................................... 5
3.3.Waktu dan Tempat Penelitian...................................................................................... 5
3.4.Prosedur Penelitian....................................................................................................... 5
3.5.Teknik Analisis Data.................................................................................................... 5
BAB 4
PEMBAHASAN..................................................................................................................... 7
4.1.   Penyebab Tingkah Pola Remaja Masa Kini Menjadi Tidak Beraturan...................... 7
4.2.   Peran Orang Tua........................................................................................................ 7
4.3.   Jenis Kenakalan Remaja............................................................................................. 7
BAB 5
PENUTUP............................................................................................................................... 8
5.1.   Kesimpulan................................................................................................................ 8
5.2.   Saran.......................................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 9


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara kepulauan (Negara yang terdiri dari banyak pulau). Salah satunya adalah pulau Bali, setiap tahunnya ada wisatawan asing maupun domestik yang datang mengunjungi Bali. Mereka tidak hanya tertarik pada keindahan alamnya saja, Tetapi mereka juga tertarik pada kebudayaan masyarakat Bali yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik meskipun banyak kebudayaan asing masuk ke Bali.
Berdasarkan hal tersebut, penulis mencoba untuk menggambarkan kebudayaan masyarakat Bali dan obyek wisata yang ada di Bali. Disamping itu penulis juga ingin mengetahui mengapa pulau Bali sangat terkenal di dunia internasional dan apa yang membuat wisatawan lebih tertarik pada pulau Bali, padahal banyak pulau-pulau lain di Indonesia.

1.2.Rumusan Masalah
Agar rumusan masalah ini lebih terarah, maka penulis membatasi masalah yang penulis bahas, masalah yang penulis bahas yaitu seputar objek wisata di Pulau Bali dan sekitarnya saja.

1.3.Tujuan Penulisan
Adapun penulis menyusun karya tulis ini sebagai berikut:
1.      Untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu syarat dalam menempuh Ujian Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016.
2.      Untuk menambah wawasan tentang kebudayaan pulau Bali.
3.      Untuk mempraktekan teori yang didapat dari sekolah.

1.4.Teknik Pengumpulan Data
Dalam pemyusunan karatulis ini, Penulis menggunakan beberapa metode antara lain:
·        Metode Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang dilakkan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap objek.
·        Metode Wawancara
Yaitu metode yang di lakiukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemandu wisata.
·        Metode Kepustakaan
Yaitu metode yangdilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku yang kaitanya dengan penyusunan karya tulis ini.

1.5.Sistematika Penulisan
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Halaman Persembahan
Halaman Motto
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB  1
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
1.2.Rumusan Masalah
1.3.Tujuan Penulisan
1.4.Teknik Pengumpulan Data
1.5.Sistematika Penulisan
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1.OBYEK WISATA PULAU BALI
2.1.1.      Pura Tanah Lot
2.1.2.      Monumen Bajra Sandhi
2.1.3.      Pantai tanjung Benoa
2.1.4.      Pantai kuta
2.1.5.      Cening Bagus
2.1.6.      Tari Barong
2.1.7.      Pasar Seni Sukowati
2.1.8.      Pantai Sanur
2.1.9.      Hutan Pala Sangeh
2.1.10.  Joger
2.1.11.  Danau Batur
BAB 3   PENUTUP
3.1.Kesimpulan
3.2.Saran
DAFTAR PUSTAKA


















BAB 2
PEMBAHASAN

2.1.Obyek Wisata Pulau Bali
2.1.1.      Pura Tanah Lot
Pura Tanah Lot terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Indonesia.
Pura Luhur Tanah Lot atau biasa disingkat menjadi Pura Tanah Lot merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan, yaitu pura yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai sendi-sendi penjaga Pulau Dewata. Pura lainnya yang termasuk Pura Sad Kahyangan antara lain Pura Bekasih, Pura Ulu Watu, Pura Pusering Jagat dan lain-lain.
Pura Tanah Lot merupakan tempat pemujaan Dewa-dewa penjaga laut. Pura ini memiliki ciri khas sebagai pura yang terletak di tengah laut (terletak sekitar 50 meter dari pantai ketika pasang). Apabila air laut pasang, maka wisatawan akan menyaksikan pura ini dikelilingi oleh air, sehingga tampak benar-benar di tengah laut.

2.1.2.      Monumen Bajra Sandhi
Monumen Bajra Sandhi terletak di Kawasan Renon, Kota Denpasar. Monumen ini menggambarkan kehidupan masyarakat Bali sejak masa prasejarah hingga masa mempertahankan kemerdekaan, antara tahun 1950 – 1975. Bentuk-bentuk perjuangan tersebut diilustrasikan ke dalam 33 unit diorama.
Monumen Bajra Sandhi dibangun pada tahun 1987, akan tetapi baru diresmikan pada tanggal 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarno Putri. Tujuan utama dibangunnya monument ini adalah untuk mengenalkan semangat perjuangan dan kreasi budaya masyarakat Bali serta sebagai upaya mewariskannya kepada generasi muda. Nama Bajra Sandhi diambil dari bentuk monument yang menyerupai lonceng (genta) yang biasa dipakai oleh para Pedanda (Penghulu agama di Bali) kerika memimpin doa. Sebagaimana lonceng yang biasa digunakan untuk menandai waktu berdoa, nama ini dipilih untuk mengingatkan warga Bali tentang makna perjuangan para pendahulunya.

2.1.3.      Pantai Tanjung Benoa
Kawasan Tanjung Benoa merupakan kawasan pantai yang berada di ujung Tenggara Pulau Bali. Lokasinya yang cukup landai dengan ombak yang tenang membuat kawasan ini sangat cocok untuk berbagai olahraga air. Di tempat ini wisatawan dapat mencoba berbagai tantangan olahraga air, seperti jetski, parasailing, banana boat, snorkeling, scuba diving, glassbottom, hingga mengunjungi Pulau Penyu (Turtle Island). Berbagai permainan air tersebut biasanya dimulai sejak pukul 8 sanpai     pukul 12 siang. Setiap permainan akan dipandu oleh instruktur berpengalaman sehingga akan memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi wisatawan.

2.1.4.      Pantai Kuta
Pantai Kuta terletak di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Propinsi Bali, Indonesia.
Pantai Kuta memiliki beragam fasilita pendukung, salah satunya adalah pusat pelatihan dan penyewaan peralatan surfing. Bagi wisatawan yang ingin belajar melakukan surfing, di pantai ini tersedia tempat-tempat khusus yang menyewakan peralatan selancar dan sekaligus pemandu. Di pantai ini juga tersedia arena hiburan seperti : bungy jumping, water boom serta arena permainan lainnya. Selain itu, di sepanjang Pantai Kuta terdapat bermacam kafe, bar, pub, diskotik maupun ajang live music yang selalu ramai dikunjungi oleh para turis untuk menghabiskan waktu atau sekedar menambah hiburan dimalam hari.

2.1.5.      Cening Bagus (Tempat Oleh-oleh)
Tempat oleh-oleh Cening Bagus terletak di Jl. Raya Batu Bulan 100 (Gianyar), Bali, Indonesia. Di toko ini terdapat banyak oleh-oleh khas Bali, misalnya : pakaian, makanan dan minuman. Terdapat pula kerajinan tangan khas Bali.

2.1.6.      Tari Barong
Tari Barong dipentaskan di sanggar seni Desa Batubulan dan dipentaskan pada jam 09.30 WITA. Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khasanah kebudayaan Pra Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum, binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.

2.1.7.      Pasar Seni Sukawati
Pasar ini terletak sekitar 30 km dari arah timur Denpasar (40 menit drive dari Kuta), dipinggir jalan raya Sukawati. Kalau dari arah Denpasar pasar seni ada di kiri dan pasar tradisional ada dikanan jalan. Di pasar ini terdapat banyak pedagang yang menjual pakaian, makanan, karya seni dan juga handicraft khas Bali dengan harga yang terjangkau dan bahkan dapat ditawar lagi.

2.1.8.      Pantai Sanur
Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Berbeda dengan Pantai Kuta yang menyajikan keindahan matahari terpenam (sunset), Pantai Sanur terkenal karena keindahan panorama mentari terbitnya (sunrise). Topografinya yang melengkung dengan hamparan pasir putih yang membentang membentuk gugusan pantai yang elok. Di pagi hari, sembari menikmari detik-detik terbitnya mentari yang mempesona, wisatawan dapat menyaksikan gugusan Pulai Nusa Penida di sebelah tenggara serta panorama pantai selatan Pulau Bali.
Pemandangan di sore hari juga tak kalah menarik. Surutnya air laut memperjelas pandangan mata pada gugusan Pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di sebelah selatan Pantai Sanur.

2.1.9.      Hutan Pala Sangeh
Wisata alam Sangeh adalah salah satu obyek wisata di Bali yang menawarkan keindahan alam hutan pala dengan ratusan monyet liar yang jinak. Di musim libur akhir pekan, wisata alam yang terletak 25 kilometer utara Denpasar ini banyak dikunjungi wisatawan terutama wisatawan lokal.
Obyek wisata Sangeh menawarkan keindahan alam dengan keaslian ekosistemnya. Di obyek wisata dengan hamparan homogeny hutan pala seluas sepuluh hektar ini, wisatawan akan dimanjakan dengan kesegaran udara dan habitat asli monyet Sangeh. Selain pohon pala, masih ada tanaman yang terkenal di hutan Sangeh. Masyarakat setempat biasa menyebutnya pohon lanang wadon, karena bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan, sedangkan ditengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah dan terlihat seperti alat kelamin pria. Meski monyet yang dikeramatkan warga ini, hidup liar di dalam hutan, namun mereka tetap jinak

2.1.10.  Joger
Teman Joger (Tempat Penyamanan) berlokasi di jalan Raya Denpasar Bedugul Km 37,5. Teman Joger yang berada di daerah Bedugul ini, terdiri dari dua lantai dengan lahan parkir yang cukup luas. Di lantai pertama ada sederetan pernak-pernik ala Joger, T-Shirt/kaos dengan berbagai pilihan, pusat informasi dan ada sebuah ruangan khusus untuk rakyat kecil (maksudnya rakyat ukuran kecil alias anak-anak). Didalam ruangan ini hanya berisi pakaian khusus anak-anak, yang cukup menarik dari ruangan ini ada pada pintu masuknya. Pintunya sangat rendah mungkin hanya berukuran 1 meter, jadi kita harus menunduk terlebih dahulu untuk dapat memasuki ruangan yang satu ini. Sedangkan di lantai dua ada bermacam-macam sandal dengan ukuran dan desain yang berbeda serta beberapa sepatu ala joger. Di dinding tangga menuju lantai dua, dihiasi dengan puluhan pasang sandal dengan desain dan ukuran yang berbeda, bahkan ada sandal yang berukuran ekstra besar.

2.1.11.  Danau Batur
Danau Bedugul berlokasi pada ketinggian daratan sekitar 1.239 meter di atas permukaan air laut tepatnya di Bedugul, Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan dan terdapat sebuah Pura di piggir Danai Bedugul yang bernama Pura Ulun Danau Beratan. Keunikan inilah yang membuat wisatawan domestic maupun mancanegara yang datang berkunjung sangat terkesan.





BAB 3
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Setelah melakukan penulisan ini penulis dapat menarik kesimpulan. Ternyata obyek-obyek wisata di Pulau Bali selalu padat dikunjungi oleh pengunjung baik dari domestik maupun pengunjung dari mancanegara.
Dari penyusunan karya tulis ini penulis bisa menarik kesimpulan :
1.      Mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu. Hal ini terkait dengan banyaknya pura yang dibangun di setiap banjar atau desa maupun di setiap rumah.
2.      Dengan kemajuan zaman yang semakin modern obyek wisata di Pulau Bali masih banyak menyimpan misteri yang sifatnya mistis dan sampai sekarang masih dipercaya. Dan ini merupakan salah satu daya tarik tempat wisata disamping keindahan panoramanya.

3.2.Saran
Dari hasil penyusunan karya tulis ini maka penulis bisa memberikan saran-saran sebagai berikut :
1.      Kebudayaan merupakan warisan nenek moyang dan warisan kita bersama, maka dari itu harus kita jaga dan lestarikan bersama.
2.      Mengembangkan dan meningkatkan usaha Pemerintah dalam melestarikan serta menjaga kebudayaan Indonesia.









DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.com/cening bagus
http://www.google.com/joger
Rifqi – Com