KARYA TULIS
OBJEK WISATA PULAU BALI
Diajukan sebagai Syarat Mengikuti Ujian Akhir Sekolah
Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap
Tahun Pelajaran 2015/2016
Di Susun Oleh :
Nama : ROYAN
FIRDAUS
Kelas : IX – C
NIS :
SEKOLAH MENENGAH
PERTAMA (SMP) NEGERI 1 DENTE TELADAS
KECAMATAN
DENTE TELADAS
KABUPATEN
TULANG BAWANG
TP.
2015/2016
MOTTO
Kebanyakan dari kita tidak
mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang
belum kita capai." (Schopenhauer)
"Musuh yang paling berbahaya di atas
dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah
keberanian dan keyakinan yang teguh." (Andrew Jackson)
"Sesuatu yang belum dikerjakan,
seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil
melakukannya dengan baik." (Evelyn Underhill)
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya tulis ini penulis sampaikan untuk:
- Ayah,
Ibu, Kakak dan Adik tercinta yang telah memberi motifasi
- Dra.
Nelly Fauziah selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
- Bapak,
Ibu guru dan staf Tata Usaha SMP Negeri 1 Dente Teladas
- Teman-teman
terbaikku
- Pembaca
yang budiman
HALAMAN PENGESAHAN
Karya Tulis
OBJEK WISATA PULAU BALI
Diajukan sebagai
Syarat mengikuti Ujian Akhir Semester Genap pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia
Tahun pelajran 2015/2016
Penyusun :
Nama : ROYAN FIRDAUS
Kelas : IX C
NISN :
Menyetujui
Pembimbing/ Wali
Kelas
Guru MP Bahasa Indonesia
Dra. NELLY
FAUZIAH Drs. BINUKO
NIP.
196408041997022001 NIP.
196702081999031001
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas
Rahmat serta hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis yang
berjudul “Objek Wisata Pulau Bali” ini sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan. Keterbatasan waktu dalam penyusunan karya
tulis ini membantu kita mencari solusi bagaimana cara meningkatkan sikap
kedisiplinan pada siswa serta menanamkan rasa tanggungjawab.
Kami sadar bahwa tanpa bantuan dari
segenap pihak, karya tulis ini tidak akan dapat terwujud. Oleh karena itu ,
melalui media ini kami sampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini.
Penulis menyadari dalam penulisan
karya tulis ini masih banyak kekurangan, karena itu penulis mohon kritik
dan saran dari pembaca demi sempurnanya penyusunan karya tulis ini. Semoga
karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.
Dente
Teladas, September 2015
Penulis
ROYAN
FIRDAUS
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
.............................................................................................................. i
MOTTO ................................................................................................................................... ii
HALAMAN
PERSEMBAHAN ............................................................................................ iii
HALAMAN
PENGESAHAN ............................................................................................... iv
KATA
PENGANTAR ............................................................................................................ v
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... vi
BAB 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
1.1.Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2.Rumusan Masalah........................................................................................................ 1
1.3.Tujuan Penulisan.......................................................................................................... 1
1.4.Teknik Pengumpulan Data........................................................................................... 1
1.5.Sistematika Penulisan................................................................................................... 2
BAB 2
PEMBAHASAN................................................................................................................... .. 4
2.1.Objek Wisata Pulau Bali.............................................................................................. 3
2.2.Pengertian Pergaulan.................................................................................................... 3
2.3.Pengertian Remaja........................................................................................................ 4
BAB 3
METODEOLOGI
PENELITIAN........................................................................................... 5
3.1.Jenis Penelitian............................................................................................................. 5
3.2.Objek Penelitian........................................................................................................... 5
3.3.Waktu dan Tempat Penelitian...................................................................................... 5
3.4.Prosedur Penelitian....................................................................................................... 5
3.5.Teknik Analisis Data.................................................................................................... 5
BAB 4
PEMBAHASAN..................................................................................................................... 7
4.1.
Penyebab Tingkah Pola Remaja
Masa Kini Menjadi Tidak Beraturan...................... 7
4.2.
Peran Orang Tua........................................................................................................ 7
4.3.
Jenis Kenakalan Remaja............................................................................................. 7
BAB 5
PENUTUP............................................................................................................................... 8
5.1.
Kesimpulan................................................................................................................ 8
5.2.
Saran.......................................................................................................................... 8
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................................. 9
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Indonesia merupakan Negara kepulauan
(Negara yang terdiri dari banyak pulau). Salah satunya adalah pulau Bali,
setiap tahunnya ada wisatawan asing maupun domestik yang datang mengunjungi
Bali. Mereka tidak hanya tertarik pada keindahan alamnya saja, Tetapi mereka
juga tertarik pada kebudayaan masyarakat Bali yang sampai saat ini masih
terjaga dengan baik meskipun banyak kebudayaan asing masuk ke Bali.
Berdasarkan hal tersebut, penulis
mencoba untuk menggambarkan kebudayaan masyarakat Bali dan obyek wisata yang
ada di Bali. Disamping itu penulis juga ingin mengetahui mengapa pulau Bali
sangat terkenal di dunia internasional dan apa yang membuat wisatawan lebih
tertarik pada pulau Bali, padahal banyak pulau-pulau lain di Indonesia.
1.2.Rumusan
Masalah
Agar rumusan masalah ini lebih
terarah, maka penulis membatasi masalah yang penulis bahas, masalah yang
penulis bahas yaitu seputar objek wisata di Pulau Bali dan sekitarnya saja.
1.3.Tujuan
Penulisan
Adapun penulis menyusun karya tulis ini sebagai
berikut:
1. Untuk
melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu syarat dalam menempuh Ujian Akhir
Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016.
2. Untuk
menambah wawasan tentang kebudayaan pulau Bali.
3. Untuk
mempraktekan teori yang didapat dari sekolah.
1.4.Teknik
Pengumpulan Data
Dalam pemyusunan karatulis ini,
Penulis menggunakan beberapa metode antara lain:
·
Metode Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang dilakkan dengan
cara mengadakan pengamatan langsung terhadap objek.
·
Metode Wawancara
Yaitu metode yang di lakiukan dengan cara mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada pemandu wisata.
·
Metode Kepustakaan
Yaitu metode yangdilakukan dengan cara mengumpulkan
buku-buku yang kaitanya dengan penyusunan karya tulis ini.
1.5.Sistematika
Penulisan
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Halaman Persembahan
Halaman Motto
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
1.2.Rumusan
Masalah
1.3.Tujuan
Penulisan
1.4.Teknik
Pengumpulan Data
1.5.Sistematika
Penulisan
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1.OBYEK WISATA
PULAU BALI
2.1.1.
Pura Tanah Lot
2.1.2.
Monumen Bajra Sandhi
2.1.3.
Pantai tanjung Benoa
2.1.4.
Pantai kuta
2.1.5.
Cening Bagus
2.1.6.
Tari Barong
2.1.7.
Pasar Seni Sukowati
2.1.8.
Pantai Sanur
2.1.9.
Hutan Pala Sangeh
2.1.10.
Joger
2.1.11.
Danau Batur
BAB 3 PENUTUP
3.1.Kesimpulan
3.2.Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1.Obyek Wisata
Pulau Bali
2.1.1. Pura Tanah
Lot
Pura Tanah Lot terletak di Desa
Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Indonesia.
Pura Luhur Tanah Lot atau biasa
disingkat menjadi Pura Tanah Lot merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan, yaitu
pura yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai sendi-sendi penjaga Pulau Dewata.
Pura lainnya yang termasuk Pura Sad Kahyangan antara lain Pura Bekasih, Pura
Ulu Watu, Pura Pusering Jagat dan lain-lain.
Pura Tanah Lot merupakan tempat
pemujaan Dewa-dewa penjaga laut. Pura ini memiliki ciri khas sebagai pura yang
terletak di tengah laut (terletak sekitar 50 meter dari pantai ketika pasang).
Apabila air laut pasang, maka wisatawan akan menyaksikan pura ini dikelilingi
oleh air, sehingga tampak benar-benar di tengah laut.
2.1.2.
Monumen Bajra Sandhi
Monumen Bajra Sandhi terletak di
Kawasan Renon, Kota Denpasar. Monumen ini menggambarkan kehidupan masyarakat
Bali sejak masa prasejarah hingga masa mempertahankan kemerdekaan, antara tahun
1950 – 1975. Bentuk-bentuk perjuangan tersebut diilustrasikan ke dalam 33 unit
diorama.
Monumen Bajra Sandhi dibangun pada
tahun 1987, akan tetapi baru diresmikan pada tanggal 14 Juni 2003 oleh Presiden
Megawati Sukarno Putri. Tujuan utama dibangunnya monument ini adalah untuk
mengenalkan semangat perjuangan dan kreasi budaya masyarakat Bali serta sebagai
upaya mewariskannya kepada generasi muda. Nama Bajra Sandhi diambil dari bentuk
monument yang menyerupai lonceng (genta) yang biasa dipakai oleh para Pedanda
(Penghulu agama di Bali) kerika memimpin doa. Sebagaimana lonceng yang biasa
digunakan untuk menandai waktu berdoa, nama ini dipilih untuk mengingatkan
warga Bali tentang makna perjuangan para pendahulunya.
2.1.3.
Pantai Tanjung Benoa
Kawasan Tanjung Benoa merupakan
kawasan pantai yang berada di ujung Tenggara Pulau Bali. Lokasinya yang cukup
landai dengan ombak yang tenang membuat kawasan ini sangat cocok untuk berbagai
olahraga air. Di tempat ini wisatawan dapat mencoba berbagai tantangan olahraga
air, seperti jetski, parasailing, banana boat, snorkeling, scuba diving,
glassbottom, hingga mengunjungi Pulau Penyu (Turtle Island).
Berbagai permainan air tersebut biasanya dimulai sejak pukul 8 sanpai
pukul 12 siang. Setiap permainan akan dipandu oleh
instruktur berpengalaman sehingga akan memberikan jaminan keselamatan dan
kenyamanan bagi wisatawan.
2.1.4.
Pantai Kuta
Pantai Kuta terletak di Kecamatan
Kuta, Kabupaten Badung, Propinsi Bali, Indonesia.
Pantai Kuta memiliki beragam fasilita pendukung, salah
satunya adalah pusat pelatihan dan penyewaan peralatan surfing. Bagi
wisatawan yang ingin belajar melakukan surfing, di pantai ini tersedia
tempat-tempat khusus yang menyewakan peralatan selancar dan sekaligus pemandu.
Di pantai ini juga tersedia arena hiburan seperti : bungy jumping, water
boom serta arena permainan lainnya. Selain itu, di sepanjang Pantai Kuta
terdapat bermacam kafe, bar, pub, diskotik maupun ajang live music
yang selalu ramai dikunjungi oleh para turis untuk menghabiskan waktu atau
sekedar menambah hiburan dimalam hari.
2.1.5.
Cening Bagus (Tempat Oleh-oleh)
Tempat oleh-oleh Cening Bagus
terletak di Jl. Raya Batu Bulan 100 (Gianyar), Bali, Indonesia. Di toko ini
terdapat banyak oleh-oleh khas Bali, misalnya : pakaian, makanan dan minuman.
Terdapat pula kerajinan tangan khas Bali.
2.1.6.
Tari Barong
Tari Barong dipentaskan di sanggar
seni Desa Batubulan dan dipentaskan pada jam 09.30 WITA. Tari Barong adalah
tarian khas Bali yang berasal dari khasanah kebudayaan Pra Hindu. Tarian ini
menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud
kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum, binatang berkaki
empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang
menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
2.1.7.
Pasar Seni Sukawati
Pasar ini terletak sekitar 30 km
dari arah timur Denpasar (40 menit drive dari Kuta), dipinggir jalan raya
Sukawati. Kalau dari arah Denpasar pasar seni ada di kiri dan pasar tradisional
ada dikanan jalan. Di pasar ini terdapat banyak pedagang yang menjual pakaian,
makanan, karya seni dan juga handicraft khas Bali dengan harga yang terjangkau
dan bahkan dapat ditawar lagi.
2.1.8.
Pantai Sanur
Pantai Sanur terletak di Desa Sanur,
Kecamatan Denpasar, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Berbeda dengan Pantai Kuta
yang menyajikan keindahan matahari terpenam (sunset), Pantai Sanur
terkenal karena keindahan panorama mentari terbitnya (sunrise).
Topografinya yang melengkung dengan hamparan pasir putih yang membentang
membentuk gugusan pantai yang elok. Di pagi hari, sembari menikmari detik-detik
terbitnya mentari yang mempesona, wisatawan dapat menyaksikan gugusan Pulai
Nusa Penida di sebelah tenggara serta panorama pantai selatan Pulau Bali.
Pemandangan di sore hari juga tak
kalah menarik. Surutnya air laut memperjelas pandangan mata pada gugusan Pulau
Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di sebelah selatan Pantai
Sanur.
2.1.9.
Hutan Pala Sangeh
Wisata alam Sangeh adalah salah satu
obyek wisata di Bali yang menawarkan keindahan alam hutan pala dengan ratusan
monyet liar yang jinak. Di musim libur akhir pekan, wisata alam yang terletak
25 kilometer utara Denpasar ini banyak dikunjungi wisatawan terutama wisatawan
lokal.
Obyek wisata Sangeh menawarkan
keindahan alam dengan keaslian ekosistemnya. Di obyek wisata dengan hamparan
homogeny hutan pala seluas sepuluh hektar ini, wisatawan akan dimanjakan dengan
kesegaran udara dan habitat asli monyet Sangeh. Selain pohon pala, masih ada
tanaman yang terkenal di hutan Sangeh. Masyarakat setempat biasa menyebutnya
pohon lanang wadon, karena bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai
alat kelamin perempuan, sedangkan ditengah lubang tersebut tumbuh batang yang
mengarah ke bawah dan terlihat seperti alat kelamin pria. Meski monyet yang
dikeramatkan warga ini, hidup liar di dalam hutan, namun mereka tetap jinak
2.1.10.
Joger
Teman Joger (Tempat Penyamanan)
berlokasi di jalan Raya Denpasar Bedugul Km 37,5. Teman Joger yang berada di
daerah Bedugul ini, terdiri dari dua lantai dengan lahan parkir yang cukup
luas. Di lantai pertama ada sederetan pernak-pernik ala Joger, T-Shirt/kaos
dengan berbagai pilihan, pusat informasi dan ada sebuah ruangan khusus untuk
rakyat kecil (maksudnya rakyat ukuran kecil alias anak-anak). Didalam ruangan
ini hanya berisi pakaian khusus anak-anak, yang cukup menarik dari ruangan ini
ada pada pintu masuknya. Pintunya sangat rendah mungkin hanya berukuran 1
meter, jadi kita harus menunduk terlebih dahulu untuk dapat memasuki ruangan
yang satu ini. Sedangkan di lantai dua ada bermacam-macam sandal dengan ukuran
dan desain yang berbeda serta beberapa sepatu ala joger. Di dinding tangga
menuju lantai dua, dihiasi dengan puluhan pasang sandal dengan desain dan
ukuran yang berbeda, bahkan ada sandal yang berukuran ekstra besar.
2.1.11.
Danau Batur
Danau Bedugul berlokasi pada
ketinggian daratan sekitar 1.239 meter di atas permukaan air laut tepatnya di
Bedugul, Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan dan terdapat
sebuah Pura di piggir Danai Bedugul yang bernama Pura Ulun Danau Beratan.
Keunikan inilah yang membuat wisatawan domestic maupun mancanegara yang datang
berkunjung sangat terkesan.
BAB 3
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Setelah melakukan penulisan ini
penulis dapat menarik kesimpulan. Ternyata obyek-obyek wisata di Pulau Bali
selalu padat dikunjungi oleh pengunjung baik dari domestik maupun pengunjung
dari mancanegara.
Dari penyusunan karya tulis ini penulis bisa menarik
kesimpulan :
1.
Mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu. Hal ini
terkait dengan banyaknya pura yang dibangun di setiap banjar atau desa maupun
di setiap rumah.
2.
Dengan kemajuan zaman yang semakin modern obyek wisata
di Pulau Bali masih banyak menyimpan misteri yang sifatnya mistis dan sampai
sekarang masih dipercaya. Dan ini merupakan salah satu daya tarik tempat wisata
disamping keindahan panoramanya.
3.2.Saran
Dari hasil penyusunan karya tulis
ini maka penulis bisa memberikan saran-saran sebagai berikut :
1.
Kebudayaan merupakan warisan nenek moyang dan warisan
kita bersama, maka dari itu harus kita jaga dan lestarikan bersama.
2.
Mengembangkan dan meningkatkan usaha Pemerintah dalam
melestarikan serta menjaga kebudayaan Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com/cening
bagus
http://www.google.com/joger
Rifqi – Com