Kamis, 06 April 2017

KARYA TULIS TENTANG KAYU CENDANA



KARYA TULIS



KAYU CENDANA



Diajukan sebagai
Syarat Mengikuti Ujian Akhir Sekolah pada
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap
Tahun Pelajaran 2016/2017







Disusun :

Nama         :
NISN          :
Kelas                   :








SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 DENTE TELADAS
KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG
2017

HALAMAN MOTTO


v  Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai.




























HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya tulis ini penulis persembahkan kepada :

1.    Kedua Orang tua penulis yang selalu memberi dukungan moril maupun materil kepada penulis.
2.    Bapak Drs. BINUKO selaku guru dan pembimbing penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.
3.    Dan seluruh teman – teman yang selalu memberikan semangat, kritik dan saran yang bermanfaat untuk karya tulis ini.

Semoga karya tulis ini bermanfaat untuk para pembaca.




















HALAMAN PENGESAHAN


MANFAAT DAUN INSULIN


KARYA TULIS


Diajukan sebagai
Syarat Mengikuti Ujian Akhir Sekolah pada
Mata  pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap
Tahun Pelajaran 2016/2017




Penyusun


..........
NISN :
Kelas : IX F






Pembimbing / Guru Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia





Drs. BINUKO
NIP. 19670208 199903 1 001
Wali Kelas






Drs. BINUKO
NIP. 19670208 199903 1 001




KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Rahmat, karunia serta Hidayah-nya Penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis yang berjudul “Kayu Cendana”. Adapun maksud penulisan karya tulis ini sebagai syarat Mengikuti Ujian Akhir Sekolah pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017.
Tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada Bpk. Drs. BINUKO selaku guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, dan kepada kedua orang tua yang selalu mendukung baik secara moril dan materil, serta semua pihak yang telah berpartisipasi atas terselesaikannya Karya Tulis ini.
Harapan penulis semoga Karya Tulis ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang Kayu Cendana.
Penulis menyadari bahwa KaryaTulis ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan Karya Tulis ini.




Bratasena,    Maret 2017
Penulis




...............













DAFTAR ISI


Halaman Judul................................................................................................. i
Halaman Motto................................................................................................. ii
Halaman Persembahan................................................................................. iii
Halaman Pengesahan................................................................................... iv
Kata Pengantar................................................................................................ v
Daftar Isi............................................................................................................ vi

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
1.2      Rumusan Masalah................................................................................ 2
1.3      Maksud dan Tujuan Penulisan........................................................... 2
1.4      Manfaat Penulisan................................................................................ 2
1.5      Metode Penulisan.................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1      Kayu Cendana....................................................................................... 3
2.2      Klasifikasi Tanaman Cendana............................................................ 4
2.3      Metabolit Sekunder Yang Terdapat Pada Cendana........................ 4
2.4      Khasiat tanaman Cendana.................................................................. 6
2.4.1     Manfaat minyak Cendana.................................................................. 6

BAB III PENUTUP
3.1      Kesimpulan............................................................................................. 7
3.2      Saran........................................................................................................ 7

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 8


BAB I
PENDAHULUAN



1.1      Latar Belakang Masalah
Cendana, atau cendana wangi, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu ini digunakan untuk membalsam jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9. Di Indonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.
Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan.
Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Kayu yang berasal dari daerah Mysoram di India selatan biasanya dianggap yang paling bagus kualitasnya. Di Indonesia, kayu cendana dari Timor juga sangat dihargai. Sebagai gantinya sejumlah pakar aromaterapi dan parfum menggunakan kayu cendana jenggi (Santalum spicatum). Kedua jenis kayu ini berbeda konsentrasi bahan kimia yang dikandungnya, dan oleh karena itu kadar harumnya pun berbeda.
Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda, dan untuk menghilangkan rasa cemas.
1.2      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian Latar Belakang Masalah tersebut di atas, maka penulis ingin membahas tentang Kayu Cendana, antara lain :
1.    Seperti apakah kayu cendana?
2.    Bagaimana klasifikasi kayu cendana?
3.    Apa saja khasiat kayu cendana?
4.    Manfaat apa saja dari kayu cendana?

1.3      Maksud dan Tujuan Penulisan
Maksud dan tujuan penulis membuat karya tuli syang berjudul “Kayu Cendana” agar para pembaca mengetahui lebih tentang kayu cendana, klasifikasi kayu cendana, khasiat serta manfaat kayu cendana.

1.4       Manfaat Penulisan
Manfaat yang bisa kita ambil dari karya tulis yang berjudul “Kayu Cendana” ini antara lain :
1.    Kita akan mengetahui seperti apa kayu cendana.
2.    Mengetahui klasifikasi kayu cendana.
3.    Mengetahui manfaat, serta khasiat kayu cendana.

1.5      Metode Penulisan
Metode yang penulis gunakan dalam membuat karya tulis ini adalah metode Literatur. Metode Literature adalah metode pengumpulan data dengan cara membaca buku – buku dan situs – situs internet yang mendukung dan menunjang dalam pembuatan dan penyusunan karya tulis ini sekaligus dijadikan landasan dalam penulisan laporan.





BAB II
PEMBAHASAN


2.1      Kayu Cendana
Cendana atau Santalum album merupakan pohon yang yang jadi primadona lantaran aroma wangi dan harum yang khas. Kayu cendana dan minyak cendana yang dihasilkan dari pohon ini yang kemudian menjadikan harga pohon ini sangat mahal.
Pohon cendana pada abad ke-15 menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa untuk memburunya di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pulau Sumba. Konon karena pohon cendana inilah pulau sumba kemudian mendapatkan julukan sebagai Sandalwood Island. Pohon cendana pula yang kemudian ditetapkan sebagai flora identitas provinsi NTT. Sayangnya pohon cendana saat ini mulai langka, IUCN Redlist pun memasukkannya sebagai spesies vulnerable.
Pohon cendana di beberapa daerah di Indonesia dikenal sebagai Candana (Minangkabau) Tindana, Sindana (Dayak), Candana (Sunda), Candana, Candani (Jawa), Candhana, Candhana lakek (Madura), Candana (BeIitung), Ai nitu, Dana (Sumbawa), Kayu ata (FIores), Sundana (Sangir), Sondana (Sulawesi Utara), Ayu luhi (Gorontalo), Candana (Makasar), Ai nituk (Roti), Hau meni, Ai kamelin (Timor), Kamenir (Wetar), dan Maoni (Kisar). Dalam bahasa Inggris, tumbuhan cendana disebut sebagai Sandalwood. Sedangkan dalam bahasa latin nama ilmiah tumbuhan ini adalah Santalum album.

2.2      Klasifikasi Tanaman Cendana
·         Kerajaan                            : Plantae
·         Divisi                       : Magnoliophyta
·         Kelas                      : Magnoliopsida
·         Ordo                        : Santalales
·         Famili                      : Santalaceae
·         Genus                    : Santalum
·         Spesises                : S. Album
·         Nama binomial     : Santalum album (L) 

2.3      Metabolit Sekunder Yang Terdapat Pada Cendana
Cendana berupa pohon yang lurus dan bulat tanpa alur. Daun berbentuk ovate atau lanset dan berminyak. Panjang daun 3,25-7,50 cm. Cendana memiliki beberapa kandungan seperti minyak atsiri, hars, dan zat samak. Kandungan minyak atsiri pada cendana terdiri dari santalol (seskuiterpenalkohol), santalen (seskuiterpena), santen, santenon, santalal, santalon, dan isovalerilaldehida.
Di Timor, dikenal dua macam varietas cendana yaitu no menutu atau no ana yang berdaun kecil dan nonaik berdaun lebar. Pada satu pohon sering terdapat bermacam-macam bentuk dan ukuran daun. Varietas tanaman cendana berdaun kecil,mempunyai kadar minyak lebih tinggi pada bagian kayu teras, tetapi kadar santalol lebih rendah. Pembentukan minyak dan aroma juga diperbaharui bulan kering yang panjang.
Anggota famili santalaceace itu berbunga cepat pada umur 3-5 tahun. Bunga cendana hermafrodit, berbentuk tabung, dan mempunyai 4-5 lidah yang terlepas satu dengan lainnya. Cendana santalum album tumbuh baik didaerah yang berudara dingin dan kering serta cukup intensitas sinar matahari. Selama pohon cendana tersebut tumbuh , produksi minyak berjalan terus pada bagian akar kayu teras. Pohon cendana akan tumbuh terus dan terhenti setelah berumur 60-80 tahun.
Tinggi pohon pada umur itu mencapai 20-25m. Masa berbunga dan berbuah pohon cendana ini dipengaruhi oleh daerah tempat tumbuh. Pada uumnya usim berbunga mulai desember – januari . buah masak pada maret-juli. Dalam 1 kg terdapat 5000-8000 biji yang mengandung 60% minyak merah kehitaman yang kental. Minyak semakin kental jika terkena sinar matahari atau dipanaskan. Selain biji, daun juga menghasilkan minyak berwarna kuning pucat.
Titik leleh minyak cendana pada suhu 30oC. Sekitar 75% komponen minyak tidak tersabunkan seperti n-octacosanol, tricontanol, palmiton, 10-hidrokdipalmaton. Tak tersabunkan berarti katika dilarutkan dalam natrium hidroksida tak terjadi reaksi kimia. Pada umumnya penyulingan memperoleh minyak cendana dan batang pohon yang mengandung 4-8%. Sedangkan akar mengandung 10% dan ranting 2-4% minyak.
Minyak cendana memiliki kemampuan pengikatan dan pencampuran yang baik. Oleh karena itu minyak cendana banyak digunakan pada industri parfum, kosmetik, dan perlatan mandi. Minyak cendana bersifat antiseptik dan antibakteri. Beberapa tetes minyak cendana dapat menenangkan penyakit bronkitis yang kronis. Di china, minyak cendana dapat digunakan untuk mecegah mual, muntah, dan sakit perut. Pemanfaatan lain pada beberapa produk pangan dan industri minuman. Jumlah yang diperbolehkan maksimal 0,001%.
Aroma minyak sangat harum, kental dan berwarna kuning. Jika digunakan keharuman terus melekat berhari-hari, kandungan minyak terdiri atas 90% sesquisterpen alkohol dengan komponen santalol berunsur 45-47% alfa-santalol dan 20-30% beta-santalol. Beberapa kompponen minyak cendana kini disintesis untuk mensubsitusi minyak aslinya seperi sandela, santaliso, kampanil sikloheksanol dan trimetilsiklopentenil.

2.4      Khasiat Tanaman Cendana
Khasiat kayu cendana adalah sebagai penurun demam (Antipiretik), pereda rasa nyeri  (analgesik), meredakan kolik angin dalam perut (karminatif), meningkatkan nafsu makan (amara), dan menambah kecepatan pembentukan urin (diuretik).
Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda, dan untuk menghilangkan rasa cemas.

2.4.1     Manfaat Minyak Cendana
-          Kayu : Antiseptik saluran kemih, disentri, mencret, radang usus.
-          Daun : Asma.
-          Kulit kayu/kulit akar : Haid tidak teratur
Selain untuk obat, Cendana dapat dimanfaatkan untuk bahan kosmetika. Minyak Cendana juga digunakan sebagai obat gosok (dicampur dengan minyak kelapa). Minyaknya mengandung santalol. Kayunya (yang dipelihara sampai berumur 20 – 40 tahun) dijadikan perhiasan, patung, kipas, kotak cerutu dan alat rumah tangga lainnya.








BAB III
PENUTUP


3.1      Kesimpulan
Cendana atau Santalum album merupakan pohon yang yang jadi primadona lantaran aroma wangi dan harum yang khas. Kayu cendana dan minyak cendana yang dihasilkan dari pohon ini yang kemudian menjadikan harga pohon ini sangat mahal.
Pohon cendana pada abad ke-15 menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa untuk memburunya di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pulau Sumba. Konon karena pohon cendana inilah pulau sumba kemudian mendapatkan julukan sebagai Sandalwood Island. Pohon cendana pula yang kemudian ditetapkan sebagai flora identitas provinsi NTT. Sayangnya pohon cendana saat ini mulai langka, IUCN Redlist pun memasukkannya sebagai spesies vulnerable.

3.2      Saran
Kita sebagai makhluk hidup hendaknya memelihara dan menjaga lingkungan dengan baik karena demi menjaga keseimbangan alam. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kepada kita semua agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan tertama pohon cendana yang semua bagian dari pohon cendana dapat kita manfaatkan.








DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar