KARYA
TULIS
KAYU
CENDANA
Diajukan sebagai
Syarat Mengikuti
Ujian Akhir Sekolah pada
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia Semester Genap
Tahun Pelajaran
2016/2017
Disusun :
Nama :
NISN :
Kelas :
SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 DENTE TELADAS
KECAMATAN
DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG
2017
HALAMAN
MOTTO
v Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa
yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai.
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya tulis ini penulis persembahkan
kepada :
1. Kedua Orang tua penulis yang selalu
memberi dukungan moril maupun materil kepada penulis.
2. Bapak Drs. BINUKO selaku guru dan
pembimbing penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.
3. Dan seluruh teman – teman yang selalu
memberikan semangat, kritik dan saran yang bermanfaat untuk karya tulis ini.
Semoga karya tulis ini bermanfaat untuk
para pembaca.
HALAMAN PENGESAHAN
MANFAAT DAUN INSULIN
KARYA TULIS
Diajukan sebagai
Syarat Mengikuti
Ujian Akhir Sekolah pada
Mata pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap
Tahun Pelajaran
2016/2017
Penyusun
..........
NISN :
Kelas : IX F
|
Pembimbing
/ Guru Mata Pelajaran
Bahasa
Indonesia
Drs.
BINUKO
NIP.
19670208 199903 1 001
|
Wali
Kelas
Drs.
BINUKO
NIP.
19670208 199903 1 001
|
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Rahmat, karunia serta
Hidayah-nya Penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis yang berjudul “Kayu
Cendana”. Adapun maksud penulisan karya tulis ini sebagai syarat Mengikuti
Ujian Akhir Sekolah pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap Tahun
Pelajaran 2016/2017.
Tak lupa
penulis ucapkan terima kasih kepada Bpk. Drs. BINUKO selaku guru Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia, dan kepada kedua orang tua yang selalu mendukung baik secara
moril dan materil, serta semua pihak yang telah berpartisipasi atas
terselesaikannya Karya Tulis ini.
Harapan
penulis semoga Karya Tulis ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan
pengetahuan tentang Kayu Cendana.
Penulis
menyadari bahwa KaryaTulis ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran
dari pembaca sangat penulis harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan Karya
Tulis ini.
Bratasena,
Maret 2017
Penulis
...............
DAFTAR
ISI
Halaman Judul................................................................................................. i
Halaman Motto................................................................................................. ii
Halaman Motto................................................................................................. ii
Halaman Persembahan................................................................................. iii
Halaman Pengesahan................................................................................... iv
Kata Pengantar................................................................................................ v
Daftar Isi............................................................................................................ vi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................ 2
1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan........................................................... 2
1.4 Manfaat Penulisan................................................................................ 2
1.5 Metode Penulisan.................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Kayu Cendana....................................................................................... 3
2.2 Klasifikasi Tanaman Cendana............................................................ 4
2.3 Metabolit Sekunder Yang Terdapat Pada
Cendana........................ 4
2.4 Khasiat tanaman Cendana.................................................................. 6
2.4.1 Manfaat minyak Cendana.................................................................. 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................. 7
3.2 Saran........................................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Cendana, atau cendana wangi, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama
berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu ini digunakan untuk membalsam
jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9. Di Indonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa
Tenggara Timur,
khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.
Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya
memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya
sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana
sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan.
Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan
harganya sangat mahal. Kayu yang berasal dari daerah Mysoram di India selatan
biasanya dianggap yang paling bagus kualitasnya. Di Indonesia, kayu cendana
dari Timor juga sangat dihargai. Sebagai gantinya
sejumlah pakar aromaterapi dan parfum menggunakan kayu cendana jenggi (Santalum spicatum). Kedua jenis kayu ini berbeda
konsentrasi bahan kimia yang dikandungnya, dan oleh karena itu kadar harumnya
pun berbeda.
Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang
lebih dekat kepada Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam
bentuknya yang murni, digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda, dan untuk menghilangkan rasa cemas.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian Latar Belakang Masalah tersebut di atas, maka penulis ingin membahas
tentang Kayu Cendana, antara lain :
1. Seperti
apakah kayu cendana?
2. Bagaimana
klasifikasi kayu cendana?
3. Apa
saja khasiat kayu cendana?
4. Manfaat
apa saja dari kayu cendana?
1.3 Maksud
dan Tujuan Penulisan
Maksud dan
tujuan penulis membuat karya tuli syang berjudul “Kayu Cendana” agar para
pembaca mengetahui lebih tentang kayu cendana, klasifikasi kayu cendana,
khasiat serta manfaat kayu cendana.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat yang bisa kita ambil dari karya tulis yang berjudul “Kayu
Cendana” ini antara lain :
1. Kita
akan mengetahui seperti apa kayu cendana.
2. Mengetahui
klasifikasi kayu cendana.
3. Mengetahui
manfaat, serta khasiat kayu cendana.
1.5 Metode
Penulisan
Metode yang
penulis gunakan dalam membuat karya tulis ini adalah metode Literatur. Metode
Literature adalah metode pengumpulan data dengan cara membaca buku – buku
dan situs – situs internet yang mendukung dan menunjang dalam pembuatan dan
penyusunan karya tulis ini sekaligus dijadikan landasan dalam penulisan laporan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kayu Cendana
Cendana atau Santalum album merupakan pohon yang yang jadi primadona lantaran aroma
wangi dan harum yang khas. Kayu cendana dan minyak cendana yang dihasilkan dari
pohon ini yang kemudian menjadikan harga pohon ini sangat mahal.
Pohon cendana pada abad ke-15 menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa untuk
memburunya di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pulau Sumba. Konon karena
pohon cendana inilah pulau sumba kemudian mendapatkan julukan sebagai Sandalwood
Island. Pohon cendana pula yang kemudian ditetapkan sebagai flora identitas provinsi NTT. Sayangnya pohon cendana saat ini mulai langka, IUCN Redlist pun
memasukkannya sebagai spesies vulnerable.
Pohon cendana di beberapa daerah di Indonesia dikenal sebagai Candana (Minangkabau)
Tindana, Sindana (Dayak), Candana (Sunda), Candana, Candani (Jawa), Candhana,
Candhana lakek (Madura), Candana (BeIitung), Ai nitu, Dana (Sumbawa), Kayu ata
(FIores), Sundana (Sangir), Sondana (Sulawesi Utara), Ayu luhi (Gorontalo),
Candana (Makasar), Ai nituk (Roti), Hau meni, Ai kamelin (Timor), Kamenir
(Wetar), dan Maoni (Kisar). Dalam bahasa Inggris, tumbuhan cendana disebut
sebagai Sandalwood. Sedangkan dalam bahasa latin nama ilmiah tumbuhan ini adalah Santalum album.
2.2 Klasifikasi Tanaman
Cendana
·
Kerajaan :
Plantae
·
Divisi : Magnoliophyta
·
Kelas : Magnoliopsida
·
Ordo : Santalales
·
Famili :
Santalaceae
·
Genus : Santalum
·
Spesises : S. Album
·
Nama binomial : Santalum album
(L)
2.3 Metabolit Sekunder Yang
Terdapat Pada Cendana
Cendana berupa pohon yang lurus dan bulat tanpa alur. Daun berbentuk ovate
atau lanset dan berminyak. Panjang daun 3,25-7,50 cm. Cendana memiliki beberapa
kandungan seperti minyak atsiri, hars, dan zat samak. Kandungan minyak atsiri
pada cendana terdiri dari santalol (seskuiterpenalkohol), santalen
(seskuiterpena), santen, santenon, santalal, santalon, dan isovalerilaldehida.
Di Timor, dikenal dua macam varietas cendana yaitu no menutu atau no
ana yang berdaun kecil dan nonaik berdaun lebar. Pada satu pohon sering
terdapat bermacam-macam bentuk dan ukuran daun. Varietas tanaman cendana
berdaun kecil,mempunyai kadar minyak lebih tinggi pada bagian kayu teras,
tetapi kadar santalol lebih rendah. Pembentukan minyak dan aroma juga diperbaharui
bulan kering yang panjang.
Anggota famili santalaceace itu berbunga cepat pada umur 3-5 tahun. Bunga
cendana hermafrodit, berbentuk tabung, dan mempunyai 4-5 lidah yang terlepas
satu dengan lainnya. Cendana santalum album tumbuh baik didaerah yang berudara
dingin dan kering serta cukup intensitas sinar matahari. Selama pohon cendana
tersebut tumbuh , produksi minyak berjalan terus pada bagian akar kayu teras.
Pohon cendana akan tumbuh terus dan terhenti setelah berumur 60-80 tahun.
Tinggi pohon pada umur itu mencapai 20-25m. Masa berbunga dan berbuah pohon
cendana ini dipengaruhi oleh daerah tempat tumbuh. Pada uumnya usim berbunga
mulai desember – januari . buah masak pada maret-juli. Dalam 1 kg terdapat
5000-8000 biji yang mengandung 60% minyak merah kehitaman yang kental. Minyak
semakin kental jika terkena sinar matahari atau dipanaskan. Selain biji, daun
juga menghasilkan minyak berwarna kuning pucat.
Titik leleh minyak cendana pada suhu 30oC. Sekitar 75% komponen
minyak tidak tersabunkan seperti n-octacosanol, tricontanol, palmiton,
10-hidrokdipalmaton. Tak tersabunkan berarti katika dilarutkan dalam natrium
hidroksida tak terjadi reaksi kimia. Pada umumnya penyulingan memperoleh minyak
cendana dan batang pohon yang mengandung 4-8%. Sedangkan akar mengandung 10%
dan ranting 2-4% minyak.
Minyak cendana memiliki kemampuan pengikatan dan pencampuran yang baik.
Oleh karena itu minyak cendana banyak digunakan pada industri parfum, kosmetik,
dan perlatan mandi. Minyak cendana bersifat antiseptik dan antibakteri.
Beberapa tetes minyak cendana dapat menenangkan penyakit bronkitis yang kronis.
Di china, minyak cendana dapat digunakan untuk mecegah mual, muntah, dan sakit
perut. Pemanfaatan lain pada beberapa produk pangan dan industri minuman.
Jumlah yang diperbolehkan maksimal 0,001%.
Aroma minyak sangat harum, kental dan berwarna kuning. Jika digunakan
keharuman terus melekat berhari-hari, kandungan minyak terdiri atas 90%
sesquisterpen alkohol dengan komponen santalol berunsur 45-47% alfa-santalol
dan 20-30% beta-santalol. Beberapa kompponen minyak cendana kini disintesis
untuk mensubsitusi minyak aslinya seperi sandela, santaliso, kampanil
sikloheksanol dan trimetilsiklopentenil.
2.4 Khasiat Tanaman Cendana
Khasiat kayu cendana adalah sebagai penurun demam (Antipiretik), pereda
rasa nyeri (analgesik), meredakan kolik angin dalam perut
(karminatif), meningkatkan nafsu makan (amara), dan menambah
kecepatan pembentukan urin (diuretik).
Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang lebih dekat
kepada Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang
murni, digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda, dan untuk menghilangkan rasa cemas.
2.4.1 Manfaat Minyak Cendana
-
Kayu : Antiseptik saluran kemih, disentri, mencret, radang usus.
-
Daun : Asma.
-
Kulit kayu/kulit akar : Haid tidak teratur
Selain untuk obat, Cendana dapat
dimanfaatkan untuk bahan kosmetika. Minyak Cendana juga digunakan sebagai obat
gosok (dicampur dengan minyak kelapa). Minyaknya mengandung santalol. Kayunya
(yang dipelihara sampai berumur 20 – 40 tahun) dijadikan perhiasan, patung,
kipas, kotak cerutu dan alat rumah tangga lainnya.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Cendana atau Santalum album merupakan pohon yang yang jadi primadona lantaran aroma
wangi dan harum yang khas. Kayu cendana dan minyak cendana yang dihasilkan dari
pohon ini yang kemudian menjadikan harga pohon ini sangat mahal.
Pohon cendana pada abad ke-15 menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa untuk
memburunya di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pulau Sumba. Konon karena
pohon cendana inilah pulau sumba kemudian mendapatkan julukan sebagai Sandalwood
Island. Pohon cendana pula yang kemudian ditetapkan sebagai flora identitas provinsi NTT. Sayangnya pohon cendana saat ini mulai langka, IUCN Redlist pun
memasukkannya sebagai spesies vulnerable.
3.2
Saran
Kita sebagai makhluk hidup hendaknya memelihara dan menjaga lingkungan
dengan baik karena demi menjaga keseimbangan alam. Oleh karena itu penyusun
mengharapkan kepada kita semua agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan
tertama pohon cendana yang semua bagian dari pohon cendana dapat kita
manfaatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar